Langsung ke konten utama

Sepuluh Elang dalam Awal cerita

Cerita ini berawal ketika saya terinspirasi dari berbagai cerita untuk berkeliling indonesia. ada banyak yang yang ingin sayan ceritakan. kita mulai dari awal. kira-kira pertengahan maret saya mendapatkan kabar tentang kegiatan yang namanya Pelantara V. Rute pelayaran ini sangat menabjubkan yaitu sampai ke Raja Ampat. salah satu kepulauan di ujung Papua Barat. Pada awal puasa ramadhan 2014 saya bersama teman-teman yaitu muklas,muklis,kak nanda, rasyid berniat untuk mengikuti kegiatan itu. kita harus melewati perjalanan panjang untuk bisa menjadi perwakilan Sumatera Barat. dan Akhirnya terkumpulah 5 orang putra yang akan berangkat yaitu saya muklas,muklis,kak nanda, rasyid. ketika mengurus surat rekomendasi ke kwarda maka pihak kwarda menyatakan kita harus memiliki mandat dari Saka Bahari Lantamal II.



  Dalam proses kepengurusan mandat dari Saka Bahari Lantamal II, kami diminta untuk mempersiapkan 5 Putra dan 5 Putri untuk mengikuti kegiatan itu. terdapat lagi 1 PR besar lagi, bagaimana cara mendapat 5 orang peserta putri. setelah di konfirmasi ada 5 nama akan tetapi masih belom pasti. kita hanya menyatakan ya untuk mendapatkan surat perintah keberangkatan dari lantamal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bubur Gunting Singkawang

Bubur Gunting  adalah bubur khas yang berasal dari Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Bubur Gunting adalah cakwe atau roti goreng yang disajikan di dalam mangkuk kecil lengkap dengan kuah kental kacang hijau.Bubur Gunting berasal dari resep turun temurun warga keturunan Tionghoa yang bermukim di Singkawang. Mereka menamakannya dengan Liuk Theu San yang berarti bubur kacang hijau serasa intan.Bubur gunting bukannya berisi gunting, melainkan biji kedelai atau kacang hijau yang dikupas dan direndam dalam kuah kental manis bersama potongan cakwe. Karena cakwe berukuran panjang, pemilik kedai biasanya memotongnya dengan gunting, jadilah dinamakan dengan Bubur Gunting. Bubur Gunting Singkawang oleh Zhilal Darma dari Wikimedia Commons, CC BY 4.0 Para penjual membuat cakwe sendiri agar rasa bubur sesuai dengan resep turun-temurun. Kuahnya dibuat dengan memakan waktu yang lama jadi dibutuhkan kesabaran yang tinggi. Bahan-bahan untuk membuatnya cukup mudah dipadapt seperti tepung kanji...

Tanahku Hari ini

" luasnya hamparan bekas penambangan yang penuh Lobang-lobangg besar" 28/04/2012 Suatu cerita dimana ekploitasi emas dikampungku tetap berlangsung ditengah hujatan banyak pihak tentang usaha penambangan rakyat itu, tanpa adanya jalan keluar yang jelas dari dampak yang ditimbulkan. Mulai dari masalah ekonomi, lingkungan, kesehatan kerja dan masih banyak lagi. Suatu hari kita akan tersadar betapa pentingnya pemecahan dari permasalahan itu. " tanah ini dulu adalah sawah tapi hari ini adalah tumpukan OB" "air adalah sumber kehidupan, tapi air sungai ini sudah menjadi keruh dan tercemar" Upaya reklamasi tidak pernah dikenal oleh masyarakat setempat, sehingga tidak optimalnya penggunaan lahan pasca pertambangan. "lahan bekas penambangan" ada beberapa usaha yang telah dilakukan masyarakat : 1. mengembalikan tanah bekas penambangan (OB) kedalam keadaan semula dengan upaya menutup lubang tersebut 2.mengalih fun...

Cerita di Tanjung Beringin (Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil).

Pada hari kamis tanggal 17 April 2019 saya berangkat meninggalkan ibukota Jakarta menuju Kota Pontianak Kalimantan Barat. Ketika kebanyakan pemuda sebantaran saya sibuk dengan Pemilu 2019, saya bersama 45 orang pemuda lainnya berangkat menuju pelosok sisi terdalamnya Indonesia. Yah, sebut saja kami meninggalkan kemewahan yang menjadi kebutuhan para milenial. Setelah 2 hari di Pontianak, koordinasi dengan Dinsos Kalimantan Barat saya melanjutkan perjalanan menuju Kota Ketapang. Jaraknya hampir mencapai 530 KM. Katanya sih cukup jauh jika ditempuh dengan  jalur darat dan alhasil saya memutuskan menempuh jalur udara. Sesampai di Ketapang saya dijemput oleh Pak Japani Staf Dinsos Ketapang. S elanjutnya diajak kerumahnya. Rumah itu menjadi rumah kedua yang saya tempati di Kalimantan Barat setelah sebelumnya saya menginap dirumah Bu Eka Kasi KAT Dinsos Kalimantan Barat. Sejenak saya merasakan sebuah kehangatan keluarga baru, saya diterima sebagai seorang anak laki-laki yang baru pul...